Selasa 14 April 2009..
Sore itu aku sudah lumayan lelah sebenarnya.. Tapi aku masih ingin menemani adik-adikku belajar.. Esok harinya, mereka akan ujian STRucTure.. Jadi aku putuskan untuk me-review ulang yang pernah kita diskusikan…
Lelahku berkurang melihat antusiasme mereka- di tengah lelah yang juga mereka rasakan, adik-adiku masih mau mengikuti ‘kelas dadakan’ yang aku beri.. Kulihat wajah optimis di wajah mereka, walaupun ada juga yang terlihat mau tak mau mengikutinya karena aku tau mereka pun tak kalah lelahnya denganku.. Hatiku berkata, semoga Allah memberikan kalian kemudahan…
Sambil melontarkan candaan khas a’la adik-adiku.. mereka bilang “miss yulie… yang sabar sama kita-kita ya..” aku tersenyum mendengar mereka berkata seperti itu…
aku katakan…
“InsyaAllah.. tapi biarlah Allah saja yang mengukur dan menilai kesabaran miss Yulie..”
“kelas dadakan’nya” selesai juga.. Tapi sore itu aku tak putuskan langsung pulang karena ada janji bimbingan laporan..
Aku pulang setelah aku tunaikan sholat maghrib.. Aku lewati jalan yang biasa aku lalui.. Petang itu memang agak sepi..
Dan aku tak sadar ternyata ada seseorang yang megikutiku.. Ku laju si “merah” ku sedikit lebih kencang, adrenaline ku mulai naik.. Tapi……
Dia lebih cepat dari ku.. dalam hitungan detik tasku sudah tak lagi bersamaku.. Dengan santai dia ambil itu dariku.. Kaget luar biasa (pasti!!!) Dengan rasa panik yang luar biasa aku coba berteriak, kalau aku ingat sekarang, rasanya teriakanku tak terlalu kencang.. Maklum, kala itu aku kalut luar biasa..
Nyali pembalapku muncul seketika… Ku laju si ‘merah’ ku sekencang-kencangnya.. Alhamdulillah Allah masih melindungi aku.. Tak sampai si ‘merah’ ku ‘bersenggolan’ dengan kendaraan lain..
Dia pun melaju dengan kencangnya, sampai akhirnya aku sudah ada pada titik lelahku… Aku sudah hopeless “Laa Haula wa laa Quwwata illaa billaaah…..”, dengan perasaan yang tak karuan dan pasti gemetar aku pelankan laju motorku.. Aku minta dikuatkan.. Sambil ku ingat-ingat apa saja yang ada dalam tas ku… Lalu membayangkan bagaimana respon orang tua terkasih di rumah..
“yang penting Allah masih melindungi mu… Ini ujian, ikhlaskan dan sabar ya….” begitu mereka coba membesarkan hatiku..
Aku jadi ingat… Mungkin ini makna yang aku dapat dari kata-kata yang sempat meluncur dari lisanku…
“Biarlah Allah saja yang mengukur dan menilai kesabaranku….”
Terima kasih ya Rabb…
ku tahu ini adalah satu lagi cara Mu mencintaiku…
ku yakin sabar dan ikhlas ini akan baik untukku..
Maka..
Tetapkanlah terus di sini..
Di qalbuku…



miss cuma memberitahukan aja jangan lupa visit my blog yaaa
supriyanto2koma.wordpress.com